"Hidup dengan ihklas mematuhi peraturanakan akan membuat bahagia"
tenang, damai dan bahagia adalah dambaan hampir seluruh manusia, namun bagaimana caranya meraih kehidupan seperti itu?, sedari dulu telah banyak philusuf yang mengajarkan cara- cara pencapaian kebahagian dan kedamaian hidup, ajaran agama juga mengarahkan tujuan akhir pengamalan perintah agama untuk mencapai kehidupan yang seperti itu.
Namun kenyataan nya banyak umat manusia yang telah mempelajari filosofi kehidupan dan bahkan menjalankan syariat agama namun merasa tidak mencapai kebahagian dalam hidup nya,
mengapa itu terjadi?
hal apa yang seharusnya dapat mengarahkan diri seorang manusia dapat mencapai tujuan kebahagian nya, dari sekian banyak aspek yang mampu menciptakan kebahagian itu, mari kita tilik sebuah aspek sifat dasar yang harus dimiliki manusia untuk dapat hidup bahagia.
Untuk dapat mencapai sebuah kebahagian dari kehidupanya manusia, harus mau untuk hidup dalam sebuah aturan, baik itu aturan yang menjadi kesepakatan umum , bahkan bisa pula peraturan yang di ciptakan oleh pribadi manusia itu sendiri. pada saat manusia itu lari dari aturan-aturan tersebut maka mulailah dia keluar dari lingkaran kebahagian hidupnya. secara mendasar sebuah kebahagian itu bersifat pribadi.
namun setelah level kebahgian tingkat pribadi di rasakan manusia, maka munculah kebutuhan yang membuat dirinya merasa butuh kebahagian yang lebih besar dan sempurna yaitu kebahagian hidup nya secara keseluruhan, pada saat hidup seorang manusia di tuntut untuk berinteraksi dengan lingkungan nya maka di sinilah aturan kebahagian mulai di perluas, manusia harus dapat menempatkan peraturan umum kehidupan, menjadi bahagian peraturan yang harus di ikutinya.
pada saat peraturan ini dengan baik dapat di jalani nya maka lingkaran kebahagian akan terus menyelimutinya, akan tetapi pada saat hatinya mulai memberontak untuk melawan aturan-aturan kehidupan,mulailah selimut kebahagian itu di tarik darinya, sekalipun itu hanya hatinya yang memberontak,maka pastilah kebahagian beranjak darinya. bayangkan bila manusia secara sadar melawan peraturan dengan fisiknya, tentu tak ada kebahagian untuk hal itu dalam dirinya.
lalu bagai mana bila perlawanan nya itu berhasil dan mampu mengubah atau mementahkan aturan awal? disini yang terjadi adalah tercipta sebuah kepuasa, apakah kepuasan itu sama dengan kebahagian?, apakah melawan peraturan dapat menciptakan kebahagian?
( saya akan ulas di edisi kedepan cara bahagia kedepan)
salam Prima dan Bahgia
Irfan Riswan
-

0 komentar:
Posting Komentar