Kebahgian dan Kepuasan

on Sabtu, 30 Mei 2009

"Samakah antara kebahagian dan Kepuasan ?, apakah kepuasan adalah komponen kebahagian?"

Sering dan banyak yang berpersepsi bila kita terpuaskan maka kita akan bahagia, namun tak jarang persepsi itu memudar setelah kepuasan di capai kebahagian terasa menjauhinya, dikarenakan hal ini banyak yang menjadi haus terhadap kepuasan, yang sebenarnya tak pernah memberikan kebahagiaan sejati yang didambakan.

Di lain sisi, ada bentuk lain sebuah kepuasan yang mampu kita rasakan sebagai sebuah hasil yang kita harapkan yang membawa kita pada kesyukuran mencapainya. lalu kita menikmatinya sebagai kebahagian pada diri kita.

nah bagaimana hubungan kebahagian dan kepuasan itu sebenarnya, izinkan saya, untuk mencoba mengurainya.


Setiap manusia terlahir dengan alarm automatis tentang perasaan. Baik rasa puas , benar, cinta, bahagia dsb yang di simpulkan sebagai common sense. Sensitifitas alarm ini dapat berbeda-beda tergantung seberapa besar faktor pencitra perasaan itu mempengaruhi alarm ini. namun untuk mengkalibrasi alarm ini manusia telah di siapkan dengan piranti dasar sifat manusia. jadi intinya aturan dasar kemanusian adalah ambang batas untuk menggetarkan alarm ini. Alarm itu adalah "Hati".

Aturan dan peraturan adalah marker yang menggetarkan alarm Hati ini.

Dilain pihak, manusia selalu bertindak sesuai dengan motivasinya. aturan dan peraturan sering mengganjal laju pencapaian motivasi. dalam hal ini mulailah Akal dan fikiran manusia berupaya untuk memperbesar atau memperkecil ambang bekerjanya alarm perasaan ini.

Bila peraturan yang ingin dirubah demi pencapaian motivasi masih dalam koridor sifat dasar manusia, pada perinsipnya ini tidak mengubah sensitifitas alaram hati ini. namun bila akal memaksa berupaya keras untuk meruntuhkan aturan dan norma dasar ( keluar dari garis aturan dasar) maka alarm ini akan rusak atau berubah sensitifitasnya, dan bahkan bisa hancur( hilangnya perasaan).

Upaya yang menghacurkan aturan dasar ini mungkin membuat manusia merasa puas. namun tidak memberikan kebahagian. Karna konflik batin secara sadar atau tidak telah terjadi akibat kerusakan alarm ini. kepuasan mampu memberikan kebahagian pada saat masih dalam koridor aturan dan peraturan. namun bila peraturan dilanggar maka kepuasan hanya menyebabkan ketidak bahagian.

Kepuasan akan muncul bila motivasi manusia tercapai, namun tidak serta merta memunculkan kebahagiaan, Karna kemunculan kepuasa dapat merupakan buah dari penghancuran kebahagian itu sendiri.
kepuasan yang menghancurkan norma ini sering di dasari nafsu akal yang tidak di koordinasikan dengan hati untuk tetap berada dalam koridor aturan dan peraturan kebenaran di percayai manusia.

Pada saat kepuasan di raih melalui motivasi yang masih terselaraskan dengan aturan aturan dasar kemanusian maka kepuasan ini kan berbuah kebahagian.

Dari hal itu jelaslah kepuasan bukanlah kebahagian dan kepuasan bukan komponen kebahagian. karna kebahagian adalah produk "hati" sementara kepuasan Produk "fikiran".

Oleh karna itu tetaplah dalam lingkaran peraturan, karna hati akan bergetar untuk mengingatkan kita bila kita keluar dari garis peraturan, jangan berlama - lama berada di luar garis aturan, segeralah kembali keaturan untuk tetap menjaga kesensitifan hati anda.

Terimakasih dan salam bahagia.

Irfan Riswan


0 komentar:

Posting Komentar